Tersebutlah seorang wanita yang bernama Ummu Syarik. Nama aslinya adalah
Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Ia seorang wanita bangsawan Quraisy.
Ummu syarik masuk Islam saat di Makkah.Setelah masuk Islam ia bertekad
untuk menyebarkan dakwah tauhid, meninggikan kalimat Allah "laa ilaaha illallaah muhammadur rasuulullaah."
Mulailah Ummu Syarik mendakwahi wanita-wanita Quraisy secara
sembunyi-sembunyi. Ia memberikan dorongan-dorongan agar mereka mau
masuk Islam tanpa kenal lelah dan jemu.
"Assalamu'alaikum...Selamat datang di Blog saya...semoga teman-teman bisa mengambil manfaat di sini..."
Tampilkan postingan dengan label Kisah-Kisah Penuh Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah-Kisah Penuh Hikmah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Maret 2014
Minggu, 02 Maret 2014
Penyamun Jadi Ulama
Tak ada kata terlambat!!! Itulah nasihat
yang harus dipahami oleh seorang yang mau bertobat kepada Allah. Tak
ada istilah dan alasan bahwa dirinya telah kotor, bejat dan durjana.
Tobat akan menghapuskan segalanya. Bagaimana pun banyaknya dosa dan
maksiat dilakukan oleh seorang hamba, jika ia jujur mau bertobat, maka
Allah akan bukakan pintu tobat, hapuskan segala kesalahannya yang
terdahulu dan memberinya hidayah untuk menapaki jalan-jalan kebaikan.
Sentuhan tobat telah merasuk dalam jiwa orang-orang yang terdahulu
sampai menjadikan mereka dari manusia yang paling bejat menuju manusia
terbaik di sisi Allah -Azza wa Jalla-. Sebagai fakta nyata, kita
dengarkan kisah di bawah ini:Kisah Pemotongan Kaki ‘Urwah bin Az-Zubair, Subhanallah!!
Sabar dan yakin terhadap ayat-ayat-Nya, dua kunci sukses seseorang
meraih kepemimpinan di dalam agama ini, memimpin dan mengarahkan umat
kepada jalan yang lurus sesuai dengan rambu-rambu agama yang telah
digariskan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu
‘alaihi wasallam.
Mereka itulah para ulama Rabbaniyyin -yang dengan kesabaran dan keyakinan mereka terhadap ayat-ayat Allah- telah berhasil memimpin umat dari generasi ke generasi untuk berpegang teguh dengan kitab Rabbnya dan sunnah Nabinya berdasarkan pemahaman as-salafush shalih.
Mereka itulah para ulama Rabbaniyyin -yang dengan kesabaran dan keyakinan mereka terhadap ayat-ayat Allah- telah berhasil memimpin umat dari generasi ke generasi untuk berpegang teguh dengan kitab Rabbnya dan sunnah Nabinya berdasarkan pemahaman as-salafush shalih.
Langganan:
Postingan (Atom)


